Surat-surat Penting Untuk Melaksanakan Transaksi Jual Beli KPR Perumahan

Memiliki sebuah rumah adalah harapan bagi setiap orang. Salah satu pilihan rumah terbaik yang seringkali menjadi solusi bagi banyak orang adalah membeli KPR Perumahan. Pasalnya, membeli KPR Perumahan memang jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli rumah cash. Namun, ada beberapa surat-surat penting yang harus dipersiapkan dengan baik sebelum melakukan jual beli KPR Perumahan. 


Surat-surat Penting Dalam Jual Beli Perumahan KPR

Ada beberapa jenis surat penting yang harus diperhatikan ketika Anda akan melakukan jual beli KPR tanah.

1. Surat Kepemilikan Tanah

Surat penting pertama yang harus dipersiapkan ketika akan melakukan jual beli perumahan KPR adalah Surat Kepemilikan Tanah. Ada 3 jenis kelengkapan yang setidaknya harus dipersiapkan.
  • Sertifikat Hak Guna Bangunan
  • Sertifikat Hak Pakai
  • Sertifikat Hak Milik 
Semua sertifikat tersebut memiliki kekuatan hukum yang tinggi. Jika Anda memiliki ketiga surat penting diatas, maka proses jual beli rumah yang akan Anda lakukan bisa berjalan dengan lancar.

2. Sertifikat IMB

Sertifikat IMB atau Izin Mendirikan Bangunan merupakan sertifikat yang harus dipersiapkan dalam proses jual beli rumah. Sertifikat mendirikan bangunan diterbitkan oleh pemerintah setempat. Para pemilik rumah akan dikenai denda sebesar 10% jika tidak memiliki IMB. Jika tidak beruntung, bangunan tersebut bahkan bisa dibongkar.

IMB sudah pasti akan ditanyakan oleh pembeli rumah. Para pengembang perumahan biasanya akan membuat IMB per kompleks atau pun per rumah. Itulah mengapa jika Anda ingin membeli perumahan harus benar-benar harus memastikan bahwa IMB yang dimiliki tersebut memiliki IMB per kompleks atau per rumah.

3. AJB Terakhir

AJB adalah Akta Jual Beli. Ini merupakan bagian dari Sertifikat Hak Milik. Sertifikat AJB ini berisi transaksi yang terakhir dilakukan dalam melakukan jual beli perumahan KPR tersebut. Sebagai pembeli perumahan KPR, Anda harus memperhatikan apakah AJB yang diberikan tersebut dikeluarkan oleh notaris atau tidak. Notarislah yang membuat AJB tersebut menjadi sah.

4. Bukti pembayaran tagihan

Ketika Anda akan melakukan pembelian rumah KPR, maka Anda harus memperhatikan bukti pelunasan tagihan rumah tersebut. Beberapa bukti tagihan yang perlu dipertanyakan adalah tagihan air, tagihan listrik, maupun tagihan telepon.

Jika Anda sampai menemukan tagihan yang menunggak, Anda lah yang akan menanggung semua hal tersebut. Bahkan, Anda mungkin tidak akan bisa menikmati fasilitas air dan listrik ketika sudah membeli rumah karena telah dicabut oleh pihak yang berwenang. Oleh karena itu, Anda tidak usah ragu untuk menanyakan hal ini.

5. Surat Pajak Bumi dan Bangunan

Surat penting terakhir yang penting untuk dipersiapkan dalam membeli rumah KPR adalah Pajak Bumi dan Bangunan. Surat PBB ini bisa Anda dapatkan dari pemilik rumah sebelumnya. Surat Pajak Bumi dan Bangunan ini diperlukan untuk membayar pajak pada setiap tahunnya.

Jika suatu rumah tidak memiliki surat pajak bumi dan bangunan, maka bisa terkena denda karena bisa membayar pajak terlambat . Tidak hanya itu, surat PBB ini ternyata juga sangat dibutuhkan untuk mengurus SHM atau Sertifikat Hak Milik

Semua surat-surat penting di atas benar-benar diperlukan dan harus dipersiapkan ketika Anda ingin melakukan jual beli rumah KPR. Jika Anda bertindak sebagai pembeli, Anda harus cermat dalam mencermati surat-surat yang dikeluarkan oleh pihak penjual.

Bagaimanapun juga, rumah merupakan investasi di masa yang akan datang. Dengan memperhatikan semua kelengkapan surat di atas, keabsahan rumah Anda akan bisa dipertanggungjawabkan. Jika suatu saat Anda akan menjual rumah, Anda bisa menjualnya dengan mudah.