Jarang Dibahas! Perbedaan KPR Syariah dan KPR Umum

Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR merupakan salah satu cara pembelian rumah yang paling diminati oleh banyak orang di jaman sekarang. Pasalnya, membeli rumah KPR akan membuat Anda menjadi lebih irit. Anda tidak perlu mempersiapkan dana yang banyak karena proses pembelian rumah yang Anda lakukan akan dibayar dengan cara mencicil. Terdapat dua pilihan KPR yaitu KPR Syariah dan KPR Umum atau Konvensional. Apa bedanya?


Perbedaan KPR Syariah dan KPR Umum

KPR Syariah dan KPR umum atau KPR konvensional berbeda. Perbedaan yang sangat menonjol adalah transaksi jual beli yang dilakukan. Pada KPR umum, hal yang terjadi adalah transaksi uang. Namun jika KPR Syariah dilakukan dengan prinsip jual beli atau bisa disebut dengan murabahah.

KPR Syariah merupakan KPR yang dilakukan dengan menggunakan prinsip jual beli atau murabahah. Jika konsumen terlambat ketika membayar cicilan rumah, maka pembeli pun tidak akan didenda. Tenor yang diberikan oleh KPR Syariah adalah antara 5-15 tahun. Dalam KPR Syariah, tidak dikenal sistem bunga. Jadi, hanya cicilan lah yang akan dibayarkan selama masa tenor.

Ada beberapa kelebihan yang bisa dinikmati oleh para pembeli rumah KPR Syariah.

a. Cicilan tetap

Cicilan yang akan dilakukan ketika Anda mengambil rumah KPR Syariah bersifat tetap. Artinya, cicilan tidak akan dipengaruhi oleh suku bunga bank Indonesia. karena cicilannya bersifat tetap, maka Anda dapat melakukan perencanaan keluarga yang lebih baik

b. Tidak mengenakan penalti

Jika pembeli rumah akan membayarkan rumah dalam waktu yang lebih cepat, maka bank syariah tidak akan memberikan penalti. Jika Anda membeli rumah di KPR Konvensional, maka Anda tentu akan dikenakan penalti ketika melunasi pembayaran lebih awal.

c. Uang muka lebih ringan

Jika dibandingkan dengan KPR Konvensional, KPR Syariah menyediakan uang muka yang lebih ringan. Uang muka yang harus dipersiapkan adalah sekitar 10% sedangkan jika di KPR Konvensional, uang muka yang harus dipersiapkan adalah 20%.

Jika dibandingkan dengan KPR Konvensional atau KPR Umum, maka persyaratan dari KPR Syariah jauh lebih mudah. Prinsip yang digunakan dalam mengambil KPR Syariah adalah prinsip islami.

Ketika Anda memutuskan untuk mengambil KPR Syariah, Anda harus mematuhi beberapa hal penting berikut ini.
  1. Debitur dari KPR Syariah minimal adalah seorang karyawan swasta yang telah memiliki pengalaman usaha minimal 3 tahun.
  2. Debitur dari KPR Syariah minimal adalah seorang karyawan tetap yang telah bekerja sekurang-kurangnya 2 tahun.
  3. Debitur tidak termasuk dalam salah satu orang yang ada di dalam daftar pembiayaan yang bermasalah.
  4. Debitur yang datang dari kalangan profesional minimal telah memiliki pengalaman praktik dalam waktu kurang lebih 2 tahun.
  5. Debitur telah memenuhi persyaratan sebagai seorang pemegang dari polis asuransi Jiwa.
  6. Pembiayaan yang diperbolehkan adalah 21 tahun. Atau, lama pembiayaan setidaknya adalah pada usia pensiun dari para debitur.
Semua persyaratan di atas harus dipenuhi oleh para calon debitur. Kini, lebih banyak orang yang memiliki KPR Syariah dibandingkan dengan KPR umum. Pasalnya, produk KPR Syariah memang lebih mudah untuk dilakukan dan tidak merugikan. Banyak pula bank-bank muamalat dan bank besar di Indonesia yang telah menyediakan layanan KPR Syariah. Contohnya saja, KPR Syariah Mandiri, KPR Syariah BRI, dan KPR Syariah BNI.